Rabu, 15 Juni 2011

BIOMEKANIKA OLAHRAGA

A.Pengertian Biomekanika

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua cabang ilmu dalam fisika. Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212 SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisa dan eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.

Mekanika teknik atau disebut juga denagn mekanika terapan adalah ilmu yang mempelajari peneraapan dari prinsip-prinpsip mekanika. Mekanika terapan mempelajari analisis dan disain dari sistem mekanik.

Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedoteran.

B. Tujuan Biomekanika

Tujuan mempelajari biomekanika dalam penerapan ilmu olahraga adalah :

  1. Mengetahui konsep ilmiah dasar yang diaplikasikan dalam bentuk gerak manusia.
  2. Memahami suatu bentuk/model gerak dasar dalam olahraga sehingga mampu mengembangkannya dengan baik.
  3. Mampu memahami perkembangan gerak dasar.
  4. Mampu menerapkan suatu bentuk yang sesuai dengan karakteristik fisik seseorang dalam berolahraga, dengan baik dan benar

C. Fungsi Biomekanika Terhadap Guru Pendidikan Jasmani dan Pelatih Olahraga

Biomekanika erat kaitanya dengan ilmu keolahragaan sehingga, biomekanika memiliki fungsi penting bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga, dalam hal ini fungsi dan kegunaan biomekanika bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga menurut Arma Abdulah ( 1994 : 202 ) dijelaskan bahwa; (1) pemahaman biomekanika akan menghasilkan peningkatan pengetahuan tentang kerumitan fungsi anatomis – fisiologi – dan mekanika dari tubuh manusia dan akan membantu meniadakan kesalahan yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar keterampilan, sehingga dapat meningkatkan perkembangan unjuk kerja keterampilan khusus lebih cepat dan sempurna; (2) pengetahuan biomekanika juga penting bagi atlet karena ia akan menyadari kekeliruan untuk mencoba meniru gaya atlet lain karena gaya tersebut memberikan keberhasilan bagi atlet tersebut, sehingga atlet harus mengembangkan gayanya sendiri, sebab pada umumnya tidak ada dua manusia yang sama dalam karakteristik jasmani, seperti kekuatan otot, kelentukan, tipe tubuh dan begitupula karakteristik psikologis. Dengan demikian pada penyampaian yang kedua dapat gigunakan oleh para pelatih olahraga untuk mengenal karakteristik dan kemampuan atlet, sehingga memiliki cara untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi atlet.

Secara garis besar fungsi dan kegunaan biomekanika pada guru pendidikan jasmani maupun pelatih olahraga, yakni;

  1. Memberikan dasar ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan keterampilan dan gerak dasar pada olahraga.
  2. Sebagai dasar untuk memperoleh jawaban tentang masalah dalam unjuk kerja ( Praktek ) olahraga.
  3. Pirinsip serta asasnya dipakai dalam meberikan assasment dan koreksi terhadap unjuk kerja yang dilakukan oleh peserta didik / atlet.
  4. Mampu dalam mengembangkan gerak dasar olahraga yang lebih efisien dan manfaat guna.

D. Asas Dan Prinsip Biomekanika

Pada pembahasan dasar – dasar asas dan prinsip biomekanika, hayan didiskusikan aspek – aspek dalam pendidikan jasmani yang berkenaan dengan biomekanik. Sedangkan pengkajian sejara mendalam akan dipelajari dalam mata kuliah tersendiri.

Pada asas dan prinsip biomekanika ini, dipelajari tentang penggolongan gerak manusia. Menurut Broer, penggolongan tugas gerak manusia terbagia atas; (1) tugas menggantung; (2) tugas mendukung; (3) tugas berkaitan dengan gerak tubuh atau objek; (4) tugas berkenaan dengan tenaga. Salah satu nilai dari penggolongan gerak adalah untuk memahami hubungan antara berbagai aktivitas dalam satu kategori tertentu. Berikut akan dipaparkan mengenai tugas gerak manusia; 1) Tugas Menggantung Menurut Arma Abdoelah ( 1994 : 203 ) Tugas menggantung memainkan pran yang menonjol dalam evolusi kehidupan manusia. Kebanyakan tugas menggantung berhubungan dengan aktivitas dengan beberapa jenis cara bergantung dengan sepotong besi. Aktifitas menggantung yang umum dijumpai pada senam, aktivitas kesegaran jasmani, permainan anak yang menggunakan alat bergantung. Karena tubuh biasanya bergatung bebas gaya tarik bumi bekerja tidak berlawanan dengan aktifitas bergantung.

Beberapa asas biomekanik terlibat dalam berbagai macam aktivitas menggantung dengan berayun. Contoh yang paling mudah dipahami adalah asas pada pendulum ( bandul / anak lonceng ) serta gerak melingkar. Gerakan pada asas berayun dan menggantung dapat dijumpai pada aktivitas olahraga senam pada palang tunggal dan palang sejajar. Pada dasarnya, gerak pendulum atau bandul dikontrol oleh daya tarik bumi. Bila pendulum berayun, gerak keatas bergantung pada momentum yang dihimpun pada waktu gerakan kebawah. Gerakan berayun keatas dan selama berayun keatas mengurangi pengaruh gaya tarik bumi dan diperpanjang pada waktu berayun kebelakang dan kedepan bawah. Keseimbangan atau stabilitas ( balancing ) digunakan dalam pelaksanaan asas mekanika. Keseimbangan tubuh dapat dibagi menjadi 3 jenis, yakni; keseimbangan stabil, keseimbangan labil, keseimbangan normal.

Keseimbangan stabil terjadi bilamana :

  1. Kontak dengan dasar/permukaan pijakan luas;
  2. Pusat gravitasi terletak redah dan garis pusat gravitasi terletak didalam benda;
  3. Pusat gravitasinya naik jika diberi gaya;
  4. Munculnya gaya pemulih yang menyebabkan kembali ke posisi semula;
  5. Tenaga potensial bertambah.

Keseimbangan labil terjadi bilamana; (1) pusat gravitasinya turun bilamana diberi gaya; (2) posisi benda akan mengalami perubahan; (3) tenaga potensial berkurang; (4) garis pusat gravitasi jatuh diluas garis penyokong, dan dasar penyokong terlalu kecil.

Keseimbangan tubuh yang labil terjadi bila mana kita mengangkat salahsatu kaki dalam gerakan olaharaga atau pada gerakan penguluran. Saat salah satu kaki diangkat maka luas garis penyokong lebih kecil sehingga akan terjadi keseimbangan yang labil.

Keseimbangan normal terjadi bilamana; pusat grafitasinya tidak berubah apabila diberi gaya; tenaga potensial bermabah

Disisi lain keseimbangan tubuh tercapai dan meningkat bila: (1) Letak pusat gravitasi direndahkan, spt posisi duduk atau berbaring. (2) Peningkatan luas permukaan penyangga, spt posisi tidur, posisi duduk, berjalan dengan telapak kaki. Dan berkurang bila: (1) Menaikkan pusat gravitasi, dgn cara angkat tangan ke atas, menjunjung barang di atas kepala; (2) Mengurangi dasar permukaan penyangga, seperti berjalan menjinjit atau berjalan dengan satu kaki, atau keaadaan pada saat berlari cepat, dengan menggunakan ujung kaki sebagai tumpuan. 3) Tugas Berkenaan Dengan Gerak Tubuh Atau Objek

Penggolongan tugas gerak ke-tiga menurut Broer ini berkenaan dengan tenaga yang timbul dalam tubuh ( syaraf, otot, atau kerangka ) untuk menggerakan tubuh atau bagian tubuh atau objek di luar tubuh. Tenaga yang diberikan oleh otot bekerja sama dengan sejumlah pengungkit yang deibentuk oleh persendian tubuh manusia. Asas –asas yang berhubungan dengan masalah tenaga ini termasuk diantaranya Hukum Gerak Newton, yang terdiri dari; (1) Hukum inersia; (2) Hukum percepatan; (3) Hukum aksi sama dengan reaksi. Secara lebih detail mengenai prinsip hukum tersebut dijelaskan dalam penjelasan berikut;

Hukum Inersia, Hukum inersia merupakan hukum pertama Newton, menyatakan bahwa sebuah benda tetap dalam keaadaan diam atau gerak teratur dalam satu garis lurus, sekiranya tidak dipengaruhi oleh tenaga luar yang cukup untuk mengubah keaadaan semula. Sedangkan Aristoteles menyatakan bahwa kekuatan konstan diperlukan untuk menjaga sesuatu tetap bergerak. Hukum NEWTON I (Inertia = kelembaman) dapat disimpulkan bahwa; (1) benda bersifat mempertahankan keadaan; (2) semua benda/ obyek akan bergerak bila ada gaya (force) yang mengakibatkan pergerakan.

Hukum Akselerasi, hukum akselerasi merupakan hukim kedua Newton. Menyatakan bahwa benda digerakan oleh suatu tenaga, momentumnya ( m x a ) adalah proporsional atau sebanding dan satu arah dengan tenaga dan berbanding terbalik dengan berat ( mass / m ) benda. Sebagai contoh perbedaan antara jalan dan lari pada dasarnya disebabkan perbedaan jumlah tenaga yang digunakan oleh otot untuk mendorong tubuh kedepan. Begitu pula, bola golf yang berhenti diatas rumput dipukul dengan tongkat golf, ia akan bergerak searah dengan gaya yang diberikan. Semakin besar gaya yang diberikan maka akan semakin besar akselerasi dan kecepatan nya. Semua gerak adalah hasil dari tenaga atau gaya tarik / gravitasi atau kedua duanya., dan deselerasi ( perlambatan ) adalah hasil dari gesekan atau gravitas. Jadi kombinasi dari tenaga – tenaga luar seperti halnya tahanan udara, gravitas, dan gesekan dengan rumput, menghambat gerak bola golf sehingga menghasilkan deselerasi ( perlambatan ) dan pada akhirnya berhenti.

Hukum aksi reaksi, hukum ini merupakan hukum ketiga Newton yang menyatakan setiap ada aksi maka aka nada reaksi, yang arahnya berlawanan. Contoh yang dapat dilihat dalam olahraga adalah prinsip pada gerakan renang dan dayung, yakni gerakan dayungan renang arah belakang, maka akan menyebabkan dorongan yang besarnya sama kearah depan.

Dalam tugas yang berkenaan dengan gerak tubuh dan objek ini juga mempelajari prinsip kerja pengungkit yang diaplikasikan dalam gerak pengumpil dan sendi pada manusia, macam pengungkit terdiri dari tiga jenis, yakni pengungkit jenis I, II, dan II, masing masing dijabarkan sebagai berikut; Pengungkit Jenis I, yakni Titik tumpuan terletak di antara gaya berat (W) dan gaya otot (M). contoh dalam gerak manusia adalah pada posisi diam/ tegak.

Pengungkit Jenis II, Gaya berat (W) di antara titik tumpuan dan gaya otot (M), contoh dalam gerak manusia adalah pada posisi jinjit

Pengungkit Jenis III, Gaya otot (M) di antara titik tumpuan dan gaya berat (W), Contoh: Posisi tangan mengangkat beban. Keuntungan Mekanis, “Perbandingan antara gaya otot (M) dan gaya berat (W)”

Serta, 4) Tugas Berkenaan Dengan Tenaga. Dalam banyak aktivitas olahraga, tubuh menerima satu tenaga dari satu objek seperti sebuah bola atau meberhentikan tubuh seperti mendarat dilantai pada senam pada palang tunggal.

E. Teknik Analisis Biomekanika

Biomekanik akan lebih efektif bila asas dan hukum mekanika dapat didemonstrasikan dan dipelajari dalam laboratorium. Tekinik analisis biomekanik dapat diterangkan melalui penjabaran sebagai berikut;

  1. Sinematografi
  1. Teknik-teknik sinematografi menjadi sangat esensial untuk proses mengajar ,melatih dan untuk penelitian. Namun Taylor menyatakan bahwa banyak film dibuat bukan untuk tujuan penelitian (1971:51). Meningkatnya penggunaan fotoografi untuk mengumpulkan, menganalisis dan menilai data gerak, sedikit demi sedikit mengambil alih teknik observasi konvensional, sebab apa yang diamati tidak teliti karena hanya sebagian kecil dari gerk keseluruhan dapat diamati pada satu saat.
  2. Elektromiografi

Elektromiografi adalah satu metode mempelajari kerja dari otot-otot tertentu atau kelompok otot. Dengan menggunakan alat pencatat, rangsang elektris diberikan kepada otot agar otot berkontraksi dapat dicatat secara grafik, diukur dan dianalisis untuk sejumlah kebutuhan, termasuk informasi tentang koodinasi, kelelahan dan relaksasi.

  1. Goniografi

Suatu aspek penting dalam gerak manusia yang berhubungan dengan system otot – rangka ( musculoskeletal ) adalah berkenaan dengan kerja pengumpil pada persendian. Teknik gonigrafik digunakan untuk mengukur posisi dan gerak dari persendian. Alat ini terdiri dari satu mekanisme engsel dan dua tangan, yang diikatkan pada persendian yang diteliti.

Rabu, 08 Juni 2011

DAMPAK MAKANAN TERHADAP KESEHATAN MULUT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Makanan yang lengket dan manis merupakan makanan yang mudah mengenyangkan anak, namun si anak tidak mendapat apa-apa lagi selain rasa kenyang itu. Akibatnya selera makan anak akan terganggu. Dalam jangka lama, hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pertumbuhan tubuh anak yang sedang membutuhkan ekstra protein. Tentu saja anak boleh mendapatkan kue-kue, cokelat, permen, minuman sirup, dan lain-lain asal jumlahnya diba

tasi.

Pada umumnya makanan yang mengandung karbohidrat atau pati dan gula sukar dibersihkan dari gigi-gigi di dalam mulut. Makanan kecil (snack) bersifat lebih asam dibandingkan makanan yang hanya mengandung gula. Potensi timbulnya gigi berlubang telah diuji di laboratorium. Uji ini menunjukkan bahwa makanan karbohidrat yang berfermentasi baik gula atau pati yang dimasak mempunyai potensi sebagai penyebab g


igi berlubang, sedangkan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi tidak penting.

1.2 BATASAN MASALAH

Paper ini membahas tentang dampak makanan pada kesehatan mulut dan gigi anak.

1.3 TUJUAN MASALAH

Mengetahui dan memahami dampak makanan pada kesehatan mulut dan gigi pada anak.


BAB II

DAMPAK MAKANAN PADA KESEHATAN MULUT DAN GIGI ANAK

2.1 Mempertahankan Lingkungan Mulut dan Gigi yang Sehat

Dua mikro-organisme, lactobaccilus acidophilus dan streptococcus mutan, berkaitan erat sekali dengan proses karies yang didasarkan pada teori asam Miller. Meskipun sampai saat ini tidak satu organism pun terlibat secara positif, kehadiran kuman-kuman tersebut didalam rongga mulut dalam jumlah berlebihan dianggap tidak bermanfaat. Restotasi lesi karies telah dibuktikan mengurangi jumlah mikroorganisme floral oral ( Elliot, 1964 ).

Studi yang sama menunjukkan bahwa anak dengan prevalensi karies rendah juga mempunyai jumlah mikro-organisme yang rendah. Dengan demikian, mengurangin mikro-organisme dengan merestorasi gigi sulung, secara tidak langsung dapat mengurangi kejadian karies pada gigi tetap. Nikiforuk dan Pulver ( 1969 ), dalam tinjauannya melaporkan bahwa didalam karies ada suatu factor infektif yang dapat dipindahkan. Organism yang terdapat dalam lesi gigi sulung yang tidak dirawat merupakan salah satu yang bertanggung jawab atas timbulnya karies gigi tetap disebelahnya. Terlepas dari ini, ada hubungan yang proporsional antara karies pada gigi sulung dan karies yang kemudian timbul pada giginya ( Hargreaves, 1964 ; Hill dan Blayney, 1967 ).

Merestorasi gigi sulung yang karies pasti akan meningkatkan kesehatan mulut dan dalam jangka panjang dapat menciptakan gigi geligi yang sehat dan utuh dikemudian hari. Sebagai contoh, sering kali orang tua mengeluh bahwa nafsuh makan anaknya buruk. Anak tidak mau makan jika setiap mengunyah giginya terasa sakit. Sementara yang dapat berfungsi dengan baik jika gigi tersebut hancur karena karies. Restorasi gigi yang dapat membetulkan oklusi dan konturnya akan memungkinkan anak menikmati fungsi gigi yang benar selama pengunyahan. Jika fungsi telah dukembalikan, nyeri dibuang dan infeksi dihilangkan anak-anak ini akan mampu menikmati makanan yang lebih bervariasi.

2.2 Penyakit Gigi yang Mempengaruhi Nafsu Makan

KDA (KARIES DINI ANAK) adalah penyakit yang berhubungan dengan kerusakan gigi yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Ada beberapa anak diturunkan oleh orang tuanya mempunyai gigi yang sehat dan tidak pernah terjadi lubang gigi. Apabila mulut anak atau bayi mengandung jutaan bakteri termasuk streptococci mutan infeksius dimana diberi makanan oleh makanan yang masuk berbentuk gula atau tepung akan terjadi pembentukan asam itu dan akhirnya timbul lubang gigi.

Biasanya KDA ini banyak mengenai gigi anterior atas dan dimulai pada usia 3 tahun. Yang terbanyak dapat memyebabkan lubang gigi adalah kebiasaan anak minum dengan susu botol biasanya susu tersebut mengandung sukrosa atau gula dan gigi anak tidak ditunjang dengan kebersihan dari rongga mulutnya, menyusui tanpa dibersihkan, karies rampan, cangkir yang memakai sedotan, serta karies yang berhubungan dengan konsumsi minuman si anak.

Setiap orang sangat berpotensial mengalami resiko lubang gigi apalagi rongga mulut manusia banyak sekali terdapat bakteri. Untuk anak-anak faktor yang memperparah terjadinya karies gigi termasuk:

a. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, karbohidrat, dan gula

b. Oral Hygiene

c. Minum air di mana kandungan fluor tidak memenuhi standard air minum

d. Kurangnya dilakukan pemeriksaan pencegahan

e. Tertularnya microba cariogenik dari orang tua ke anak

f. Genetik si anak yang rentan terhadap penyakit gigi

g. Air ludah dan kapasitas buffer keasamannya (pH)

h. Imunisasi pada mukosa

i. Gaya hidup

j. Sejarah terjadinya karies.

Cara orangtua agar dapat mengidentifikasikan terjadinya lubang gigi :

a) Adanya tanda putih pada permukaan email gigi . Tanda putih ini mirip warna kapur pada permukaan gigi dekat dengan garis gusi. Proses pengapuran ini disebabkan oleh asam bakteri dan langsung memyebabkan kehilangan struktur gigi.

b) Dengan mengangkat bibir anak tersebut orang tua sudah dapat melihat karies gigi.

c) Apabila ditemukan tanda tersebut di atas maka segeralah dibawa ke dokter gigi. Daerah ini akan dioleskan fluor dan diharapkan dapat mencegah proses lubang gigi selanjutnya.

d) Proses lubang gigi yang aktif ditandai dengan perubahan warna coklat keemasan.

Cara orangtua agar dapat mencegah terjadi lubang gigi :

a) Jangan membiarkan anak tertidur dengan botol selain air putih di dalamnya. Anak harus sudah dibiasakan untuk meminum sesuatu di cangkir.

b) Orang tua harus membersihkan gigi anak setiap hari sesudah makan.

c) Jangan membiarkan anak minum jus atau cairan manis di botol apalagi cairan itu

mengandung gula.

d) Orang tua harus memberikan makanan menu seimbang di mana jumlah gula pada makanan tidak terlampau banyak. Dianjurkan keju merupakan makanan yang dapat mengurangi timbulnya karies gigi.



2.3 Dampak Makanan pada Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Sifat fisik yang mempengaruhi keluarnya air ludah dan pem-bersihan makanan adalah kekasaran, kelarutan tekstur, dan lengketnya makanan. Makanan yang lengket dan mudah dikunyah tidak ada hubungannya dengan kecepatan pembersihan makanan di dalam mulut karena kebalikan dari kepercayaan masyarakat, penelitian menunjukkan secara umum makanan yang lekat (sticky) seperti karamel, dibersihkan dari mulut lebih cepat daripada makanan lainnya yang secara umum tidak lekat (non-sticky) seperti biskuit tawar (cracker), keripik kentang (potato chip) dan roti.

Makanan-makanan ini merupakan karbohidrat yang dimasak dan relatif mudah dikunyah, sehingga air ludah tidak akan terpacu untuk banyak keluar seperti jika menggigit sesuatu yang keras, dan sesudahnya makanan ini akan banyak tertinggal di atas permukaan gigi, sedangkan makanan seperti karamel, karena teksturnya yang keras, air ludah akan banyak keluar dan makanan akan mudah ditelan tanpa banyak tertinggal di permukaan gigi.

Makanan yang tidak alamiah, buatan pabrik, umumnya lunak, mudah dicerna, dan memakai zat-zat tambahan seperti zat pengawet, zat pewarna, dan zat perasa. Zat-zat tambahan ini dapat merusak komposisi air ludah. Padahal air ludah yang sehat sangat penting fungsinya dalam melindungi gigi dan mulut dari berbagai macam kelainan dan penyakit gigi dan mulut. Oleh karena itu makanan-makanan seperti ini harus dibatasi dalam konsumsi makanan anak sehari-hari.

Permen sering menjadi kendala orang tua dalam menjaga gigi anak-anak. Kesukaan berlebihan anak pada permen bisa diatasi dengan memberikan ‘hari permen’. Jadi buat kesepakatan dengan anak bahwa satu hari dalam seminggu dia bebas untuk memakan permen apa saja, namun 6 hari lainnya sama sekali dilarang untuk makan permen. Saat-saat awal mungkin si anak akan sangat menunggu ‘hari permen’ untuk cepat datang, tapi lama kelamaan, tanpa sadar permen bukan lagi merupakan satu-satunya yang dinanti-nantikan anak. Apabila konsumsi makanan utama penuh gizi telah terpenuhi, anakanak merasa kenyang dan mereka tidak rewel.

Sabtu, 28 Mei 2011

saat hati mencari teman sejati??

itulah hidup...
Itu yang di pesankan guruku saat ku harus berpisah teman SMAku,semua terasa begitu menakutkan saat ku harus berpisah dengan teman temanku..
teman yg begitu senasib seperjuangan,menangis dan tertawa bersama menjalani hari hari..
Dan kini aku tak tahu,apa masih bertemu mereka lagi..

Umur makin bertambah, dan makain berkurang waktuku..
bukan sok lebay atau sok apa y? Tpi emang tak ada teman yang sehebat dan sebaik SMA dulu,

Kini ku disini,tak terasa tiga tahun berlalu aku menjalani takdirku,sebagai mahasiswa di UNP padang,oh tak pernah terbayang olehku,awal kuliah aku sempat menangis karena ku tak mau disini,aku tak tahu kenapa?apa karena ku tak ingin disini,atau karena kejadian yg menyedihkan itu...

Tapi kini aku tahu,aku sadar dan ku harus bersyukur...
Engkau ajarkan aku ya allah,begitu indah jalan yang Kau kasih,begitu banyak pembelajaran Engkau kasih,
Insyaallah,Jati diri,pendewasaa,ilmu,teman dan mungkin jodoh Engkau kasih disini..
Ajari aku mencintai-Mu ya allah...
Aku tahu,aku adalah pendosa...

Ohhh,,pantai ini begitu indah..pagi yang begitu menenangkan untuk mengingatmu....
Engkau jauh lebih berharga dari semua,oh tuhanku...

Jumat, 27 Mei 2011

Wawasan / Kompetensi guru

Ada empat wawasan atau ranah kompetensi guru yang harus dimiliki :
  1. Wawasan kemampuan,maksudnya seorang guru harus memiliki kemampuan profesionalnya itu sendiri sebagai guru
  2. Wawasan keterampilan,seorang guru harus memiliki kemampuan ketrampilan dalam menyampaikan dan menyajikan bahan materi
  3. Wawasan kognitif
  4. Wawasan afektif

Selasa, 24 Mei 2011

Kriteria Evaluasi


Menurut Hasan (1988) evaluasi program semula merupakan evaluasi kurikulum. Karena itu cenderung tidak membedakan evaluasi program dengan evaluasi kurikulum. Sehubungan dengan pendapat tersebut, akan diuraikan hal-hal yang berhubungan dengan kriteria dalam mengadakan evaluasi.

Evaluasi harus berhubungan dengan kriteria. Dasar pemikiran tersebut, dengan criteria evaluator dapat memberikan pertimbangan nilai, harga, dan komponen-komponen program yang perlu penyempurnaan serta yang telah memenuhi persyaratan. Evaluator tanpa kriteria sama dengan bekerja dalam kegelapan. Tnpa adanya kriteria pertimbangan yang diberikan adalah tanpa dasar.

Kriteria evaluasi dikembangkan melalui model-model evaluasi yang digunakan. Empat kelompok pengembangan yang dapat dilakukan, yakni: “Pre-ordinate, Fidelity, Matual-adaptive, dan process”.

Pendekatan “Pre-ordinate” memiliki dua karakteristik; pertama kriteria ditetaokan sebelum pelaksanaan evaluasi. kriteria ini bersifat mengikat karena ditetapkan sebelum evaluator turun turun ke lapangan. Karekteristik kedua, kriteria yang dikembangkan bersumber pada standar tertentu. Seperti yang bersumber pada pandangan teoritik atau kumpulan tradisi yang sudah dianggap baik.

Pendekatan “Fidelity” pada dasarnya ada kesamaan prinsip dengan kedekatan “Pre-ordinate” yakni kriteria yang dikembangkan sebelum evaluator turun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Perbedaaan prinsipil pada keduanya yaitu pada hakekat evalusi yang digunakan. Pendekatan Fidently tidak menggunakan criteria yang bersifat umum ( universal ) sebagaimana tuntutan pendekatan Pre-Ordinate.

Pendekatan ke tiga dikenal dengan istilah pendekatan gabungan mutual-adaptive. Pendekatan ini merupakan perpaduan antara pendekatan “Pre-Ordinate, Fidently, Process “ kriteria yang di gunakan dikembangkan dari karakteristis program dari luar, seperti berdasarkan pandangan secara teori, dari para pelaksana, dan dari pemakai program.

Pendekatan berikut ini dikenal dengan istilah pendekatan proses. Sesuai dengan namanya, pendekatan ini mengembangkan kriteria selama proses evaluasi berlangsung. Kriteria didapat melalui , wawancara, observasi, atau studi dokumentasi. Pendekatan ini berhubungan erat dengan aplikasi pendekatan kualitatif. Karakteristis yang menonjol dari pendekatan ini merupakan criteria yang dipergunakan dikembangkan selama evaluator di lapangan. Konsekuensinya pendekatan ini terikat dengan masalah yang dihadapi oleh para pelaksana program di lapangan.

Kriteria dalam evaluasi ini mengacu pada :

1. Pedoman – pedoman tentang program pendidikan jasmani yang berlaku.

2. Persepsi para pengembang program yang teruji secara teoritis.

3. Pertimbangan evaluator.

Sesuai dengan permasalahan terdahulu yaitu pada bagian pendahuluan pelaksana program pendidikan jasmani. Oleh sebab itu program ini perlu di evaluasi. Dari evaluasi tersebut pihak perencana, pengambil keputusan, dan pelaksana akan mendapatkan masukan yang diperlukan guna penyempurnaan lebih lanjut.

Penelitian evaluasi tentang pelaksanaan program pendidikan jasmani dapat dilakukan dengan membandingkan antara proses pelaksanaan program atau proses pelaksanaan yang program yang terjadi dalam pembelajaran dengan proses pembelajaran yang seharusnya dilaksanakan atau yang sesuai kurikulum ideal, yaitu termuat dalam buku GBPP kurikulum pendidikan jasmani.

Kunci pelaksanaan program apakah program telah sesuai dengan criteria kurikulum ideal yaitu yang tercantum dalam Buku Kurikulum Pendidikan Jasmani tahun 2004. Kriteria menurut Ebel (1972), yang digunakan untuk menentukan nilai prestasi yang diklasifikasikan atas dasar tingkatan sebagai berikut :

A = 81-100% Sangat baik

B = 61-80% Baik

C = 41-60% Cukup

D = 21-40% Kurang

E = 0-20% Sangat kurang

Atau Klasifikasi :

A = 81-100% sangat memadai

B = 61-80% memadai

C = 41-60% cukup memadai

D = 21-40 %kurang memadai

E = 0-21% sangat kurang memadai.

Rabu, 13 April 2011

fitnes dua

Leg press


Latihan ini sangat baik untuk membentuk massa otot paha, karena otot paha dapat dikonsentrasikan sehingga otot lain tak terlibat.Posisi kaku kurang lebih sesajar dengan bahu,dan dorong beban sejauh kita bisa. Hentikan proses penurunan beban ketika pinggang kita menjadi tertekan,atau pinggaang kita terangkat dari tempat duduk.


Front Barbell Squat with Smith Machine


Tahapan Pelaksanaan:

  • Posisi berdiri dengan punggung tegak
  • Kaki dibuka selebar bahu
  • Posisi stang barbell ditaruh di depan dada ditumpu oleh kedua lengan
  • Posisi jongkok hingga paha atas sejajar dengan lantai
  • Telapak kaki masih menempel di lantai (tidak jinjit)
  • Tarik nafas saat menurunkan beban dan hembuskan nafas saat mengangkat beban

Front Dumbbell Squat


Tahapan Pelaksanaan:

  • Posisi berdiri dengan punggung tegak
  • Kaki dibuka selebar bahu
  • Posisi dumbbell ditaruh di depan dada ditumpu oleh kedua lengan
  • Posisi jongkok hingga paha atas sejajar dengan lantai
  • Telapak kaki masih menempel di lantai (tidak jinjit)
  • Tarik nafas saat menurunkan beban dan hembuskan nafas saat mengangkat beban

DEAD LIFT

LANGKAH 1. Berdiri dengan kaki Anda pinggul jauh terpisah dan membungkuk dalam duduk gerak sampai paha sejajar dengan lantai. Jaga punggung lurus dan pastikan bahwa tulang belakang Anda sedekat mungkin dengan posisi netral mungkin. Mengambil pegangan overhand pada bar dengan tangan Anda sedikit lebih lebar dari lebar bahu-terpisah.

LANGKAH 2. Buang napas, menarik otot perut Anda, dan angkat bar dengan mendorong melalui kaki Anda.

LANGKAH 3. Sebagai bar mencapai lutut anda selama fase angkat, dorong pinggul ke depan untuk menaikkan tubuh Anda sehingga Anda berdiri tegak dengan tangan Anda dengan sisi Anda dan bar bertumpu pada paha Anda.

LANGKAH 4. Tahan posisi selama dua detik, menghirup dan kembali berat ke lantai.
Target: Otot Kembali Bekerja: glutes, paha depan, soleus