Rabu, 15 Juni 2011

ANALISIS GERAKAN DORONGAN BOLA (PUSH) DALAM MELAKUKAN PENALTY STROKE

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hoki adalah salah satu cabang olahraga permainan yang dimainkan secara beregu, dimana setiap pemain menggunakan alat yang di sebut stik untuk menahan, membawa dan memukul bola sesuai dengan peraturan permainan yang tetlah ditetapkan, olahraga ini dimainkan oleh dua regu yang berusaha memasukkan bola kegawang lawan. Olahraga hoki dapat dimainkan dalam ruangan (indoor) dan dilapangan terbuka (out field). Dalam permainan holi ruangan mempunyai peraturan tersendiri atau khusus yang sebagian tidak sama dengan permainan hoki nlapangan. Perbedaan permainan tersebut dapat dilihat dari jumlah pemain dari tiap tim yang bertanding, dalam hoki ruangan tiap tim terdiri dari 12 pemain, 6 pemain inti dan 6 pemain cadangan, sedangkan dalam hoki lapangan terbukatiap tim terdiri dari dari 16 pemain, 11 pemain inti dan 5 pemain cadangan. Waktu permainan dalam hoki lapangan terbuka yaitu 2 x 35 menit untuk putra dan 2 x 20 menit untuk putrid dengan waktu istirtahat 15 menit. Dalam hoki ruangan waktu permainan 2 x 15 menit dan waktu istirahat 5 menit. Dalam hoki ruangan tidak boleh memukul bola (hit) dan menghentakan bola (tapping).

Dalam perkembangannya saat ini seiring dengan adanya usaha pemasalan cabang olah raga hoki dikalangan pelajar menuntut adanya usaha yang lebih keras dari para pelatih dan guru yang memiliki tanggung jawab secara langsung untuk mengajarkan dan melatih dalam meningkatkan keterampilan dasar dan lanjutan kepada para pemain atau siswa nya yang berminat dalam menekuni cabang olahragha hoki .

Dalam setiap pertandingan hoki tingkat pelajar ada beberapa catatan yang menjadi perhatian penulis yang bersifat mendasar, dimana setiap tim tidak dapat bermain secara maksimal, diantaranya adalah kulitas individu yang kurang dalam penguasaan keterampilan dasar, hal ini mengakibatkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi namun dilakukan oleh para pemain sehingga berdampak pada kurang efektifnya setiap tim dalam melakukan penguasaan bola baik dalam melakukan serangan maupun dalam melakukan pertahanan. Terlebih lagi kurangnya penguasaan teknik dasar membuat hilangnya peluang yang ada dalam menciptakan poin (gol) kegawang lawan, walaupun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi bila penguasaan teknik dasar sudah mereka kuasai. Contoh yang sederhana dan sering terjadi adalah hilangnya kesempatan mendapatkan point dari tembakan penalty., walaupun hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada pada diri pemain baik kualitas secara teknis maupun psikologis, namun dari analisa secara sederhana dapat terlihat kegagalan yang terjadi banyak disebabkan kurangnya penguasaan teknik dasar mendorong bola (push) yang dimiliki oleh pemain sehingga dengan mudah tembakan dapat digagalkan oleh penjaga gawang atau yang lebih sederhana lagi karena kesalahan teknis dalam melakukan dorongan bola (push) yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada maka tembakan dianulir oleh wasit dan dianggap tidak syah.

Kurangnya kecepatan, kekuatan, koordinasi gerakan, akurasi tembakan dan tidak tepatnya perkenaan antara stik dengan bola merupakan berapa faktor penting yang secara teknis menyebabkan kegagalan dalam melakukan penalty stroke dalam hoki. Ini hanya satu dari beberapa kelemahan penguasaan teknik dasar yang ada dalam permainan hoki khususnya dikalangan pelajar. Kemampuan pelatih dan guru dalam menganalisa setiap gerakan yang dilakukan oleh para pemainatau siswa dalam suatu sesi latihan dan pertandingan merupakan suatu keharusan, yang nantinya dapat memberikan masukan yang positif dalam setiap evaluasi sehingga dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh pemain atau siswa dan secara bertahap meningkatkan keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh para pemain dan siswa dalam menghadapai sesi latihan dan pertandingan selanjutnya.

Dalam menjalankan tugas yang satu ini setiap pelatih atau guru pendidikan jasmani harus memiliki penetahuan tentang Biomekanik, hal ini diperlukan karena seiap gerakan yang diamati memerlukan pemahaman dasar tentang mekanika oalahragasehingga mampu membedakan gerakan yang benar dan yang salah, gerakan yang efisien maupun yang tidak dan gerakan yang efektif maupun yang tidak sehingga seorang pelatih dan guru pendidikan jasmani akan mampu menciptakan metode latihan atau pengajaran yang tepat dalam membentuk dan meningkatkan setiap keterampilan dasar maupun lanjutan yang dibutuhkan oleh pemain dan siswanya baik keterampilan untuk setiap individu maupun peningkatan keterampilan secara tim dalam setiap cabang olahraga yang ditekuni tidak terkecuali cabang olahraga hoki.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya penguasaan teknik dasar merupakan salah satu faktor utama dalam permainan hoki khususnya dukalangan pelajar yang perlu segera dibenahi.

2. Salah satu kurangnya penguasaan teknik dasar dalam permainan hoki berdampak pada gagalnya seorang pemain dalam melakukan tembakan penalty (penalty stroke) dalam setiap pertandingan.

3. Kebutuhan akan penguasaan pemahaman mendasar tentang pengetahuan Biomekanika untuk seorang pelatih dan guru pendidikan jasmani dalam menganalisa setiap teknik dasar khususnya dalam melakukan tembakan penalty (penalty stroke) para pemain atau siswanya guna memperbaiki dan megkatkan kualitas gerakannya.

C. Pembatasan Masalah

Dari pemaparan identifikasi masalah di atas maka penulis membatasi permasalahan tentang analisis teknik dasar tembakan penalty (penalty stroke) dengan menggunakan gerakan dorongan bola (push).

D. Tujuan

1. Penulis dapat membuat suatu analisa gerak yang sesuai dengan ilmu biomekanika dan dapat menerapkan dalam proses latihan maupun pengajaran dengan benar.

2. Penulis dapat melakukan evaluasi yang tepat, sehingga dapat memberikan perbaikan terhadap setiap gerakan yang dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran maupu latihan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.Hakekat Biomekanika.

Biomekanika dalam dunia olahraga merupakan suatu penerapan prinsip-prinsip dasar gerak yang menentukan gerakan seorang dalam berbagai cabang olahraga. Dengan pemahan mendasar tentang biomekanika maka seseorang dalam melakukan gerakan yang berhubungan dengan keterampilannya dapat melakukan tahapan yang seharusnya dengan mncapai hasil yang yang maksimal. Suatu hasil ditentukan dari pelaksanaan proses gerakan yang baik, tetunya yang ditunjang dengan prinsip-prinsip dasar gerak yang baik. Pemahaman yang baik tentang biomekanika akan memberikan pengetahuan apa yang harus dilakukan dan yang tidak harus dilakukan oleh seorang atlit dalam menghasilkan suatu gerakan yang maksimal. Apapun yang dilakukan oleh seorang atlit dalam melakukan gerakan maka akan berdampak pada kualitas gerakan yang dihasilkan, dan hal ini akan dapat dianalisa dengan jelas melalui ilmu biomekanika.

Biomekanika adalah ilmu pengetahuan yang menerapkan hokum-hukum mekanika terhadap struktur hidup, terutama system lokomotor dari tubuh (lokomotor adalah kegiatan seluruh tubuh bergerak karena tenaganya sendiridan umumnya dibantu oleh gaya beratnya).

Dalam olahraga prinsip-prinsip mekanika tidak lebih dari aturan-aturan dasar tentang mekanika dan fisika yang menentukan gerakan seorang atlit maupun siswa dalam melakuikan suatu keterampilan tertentu. Dengan demikian maka pemahaman yang baik tentang biomekanika oleh seorang pelatih maupun guru sangat membantu dalam merancang isi suatu program latihan atau pengajaran yang bertujuan dalam pembentukan serta peningkatan ketrampilan tertentu dalam berbagai cabang olahraga, pemahaman ini juga sangat dibutuhkan selanjutnya dalam menganalisa suatu penampilan gerakan yang dapat memberikan informasi yang positif dalam memperbaiki suatu kesalahan yang ditampilkan.

B. Teknik Dasar Dorongan Bola (Push) dalam Melakukan Penalty Stroke

Penalty stroke adalah satu tembakan bebas yang dilakukan dengan satu dorongan jarak(push) atau menyentrik bola (flick) pada suatu titik dari depan gawang dengan jarak 6.5 m dari garis tengah gawang, sebagai hukuman dari pelanggaran keras yang dilakukan didalam daerah setengah lingkaran oleh pemain bertahan terhadap pemain penyerang lawan. Pemain yang melakukan tembakan penalty hanya diijinkan melakukan satu langkah dan mengangkat bola, hanya dengan satu kali sentuhan. Teknik dasar yang biasa digunakan oleh para pemain dalam melakukan tembakan penalty adalah push atau flick.

Push adalah salah satu teknik dasar dalam hoki yang biasa digunakan dalam melakukan operan bola (passing), namun teknik ini dapat digunakan dalam melakukan tembakan ( shooting ) terutama di dalam daerah setengah lingkaran saat permainan berlangsung atau pada saat melakukan tembakan penalty tentunya dengan kecepatan yang tinggi dan akurasi penempatan bola yang tepat pada tempat yang sulit dijangkau penjaga gawang. Saat melakukan gerakan push tangan harus menggenggam stik dengan nyaman , tangan kiri berada di atas pada puncak stik, sedangkan tangan kanan berada dibawahnya dengan jarak kira-kira sepertiga sampai dengan setengah dari panjang stik normal.

Posisi tangan kanan yang diturunkan dimaksudkan untuk memberikan kontrol yang lebih besar. Genggaman tangan pada stik harus kuat, tubuh dalam posisi membungkuk dengan menekuk kedua lutut. Kaki sebelah kiri dan bahu harus menunjukan pada arah jalannya bola. Posisi stik harus dipertahankan sampai selesai melakukan dorongan terhadap bola sampai mencapai sasaran yang diinginkan atau sejalan dengan alur dari bola. Koordinasi gerakan dilakukan dalam waktu yang bersamaan setelah ada aba-aba dari wasit, Berat badan dipindahkan dari tumpuan awal pada kaki kanan ke kaki kiri dengan melangkahkan kaki kiri pada saat gerakan mulai dilakukan. Dorongan bola dilakukan dengan kekuatan maksimal untuk memperoleh kecepatan yang tinggi, ketepatan sasaran dilakukan dengan fokus pada sasaran untuk memperoleh akurasi yang tinggi pada daerah yang sulit dijangkau penjaga gawang lawan.

C. Rangkaian Gerakan Dorongan Bola (Push) dalam Melakukan

Penalty Stroke.

1. Awalan

Awalan dilakukan dengan berdiri relak menggunakan tumpuan kedua kaki rapat dengan posisi kedua lutut ditekuk, posisi tubuh bungkuk, bahu kiri searah dengan alur jalannya bola, pandangan fokus di arahkan pada sudut sasaran tembak, genggaman kedua tangan pada stik dilakukan dengan kuat dan relak, jarak antara bola dengan posisi awal tumpuan kira-kira satu stik

2. Gerakan

Gerakan push dalam penalty stroke dimulai dengan melakukan koordinasi gerakan secara bersamaan yaitu dengan melangkahkan kaki kiri menyamping, kedua tangan mendorong stik sampai menempel dengan bola. Bersamaan dengan kaki menapak pada lapangan kedua tangan mendorong bola dengan kekuatan sebesar-besarnya dan kecepatan yang tinggi.

3. Gerakan Akhir

Dorongan kedua tangan dilakukan sampai posisi tangan kanan lurus di depan sejajar dengan bahu dan posisi tubuh condong ke depan sehingga posisinya labil dengan berat badan bertuimpu pada kaki kiri dan pandangan lurus ke depan.

4. Gerakan Lanjutan (Follow strough

5. Dalam waktu yang bersamaan kaki kanan melangkah ke depan dan diposisikan disamping kaki kiri untuk memperoleh keseimbangan, kedua tangan mengayunkan stik ke arah belakang.

6. memindahkan kembali berat badan pada kedua kaki sebagai tumpuan dengan posisi lutut lurus dan badan diangkat hingga posisi tegak serta kedua tangan mengayun stik kebelakang

D. Analisis Biomekanika

Gerakan-gerakan yang terjadi pada saat melakukan tembakan penalty dengan menggunakan dorngan bola (push) adalah sebagai berikut :

1. Forces

Forces atau tenaga adalah penyebab terjadinya kecepatan. Dalam gerakan push diatas, forces terjadi saat gerakan dimulai dengan melangkahkan kaki kiri bersamaan dengan itu kedua tangan mendorong bola kearah gawang untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.

2. Friction

Friction adalah : perubahan kecepatan benda karena kontak dengan permukaan benda lain. Pada saat push dilakukan friction terjadi saat kaki kiri dilangkahkan sebagai awalan dan stick menyentuh bola lalu didorong kearah gawang.

3. General Motion

General Motion pada gerakan push bola keterjadi ketika stik mulai diayunkan kedepan hingga lurus untuk mendorong bola.

4. Speed

Speed adalah kecepatan yang berkaitan dengan gerakan yang dilakukan, saat melakukan gerakan push bola dalam penalty stroke kecepatan gerakan terjadi secara bersamaan mulai dari awalan hingga gerakan akhir yang diharapkan berdampak pada kecepatan tinggi bola yang dihasilkan dari dorongan tersebut.

5. Velocy

Velocy adalah kecepatan yang berkaitan dengan garak lurus. Hal ini terjadi pada saat gerakan awalan mendorong bola hingga akhir gerakan push dengan kedua tangan lurus ke depan.

6. Acceleration

Acceleration adalah poerubahan kecepatan dalam satu satuan waktu. Pada gerakan push terjadi ketika dari posisi awal dngan kedua kaki lalu secara bersamaan melakukan gerakan dengan cepat mendorong bola ke arah gawang.

7. Hukuim Newton I (low of inercia)

Hukum Newton I :setiap orang atau benda berada dalam keadaan diam atau bergerak apabila ada gaya yang mempengaruhinya. Saat Penalty stroke dilakukan hokum Newton berlaku ketika bola yang awalnya berada dalam suatu titik tertentu kemudian bergerak setelah didorong dengan menggunakan stik kearah gawang.

8. Hukum Newton II.

Hukum Newton II : sebuah besaran dan arah perubahan gerak/ percepatan benda sebanding dengan besarnya tenaga yang bekerja pada benda tersebut. Hukum Newton II terjadi pada saat push bola, yaitu kecepatann bola pada saat push dilakukan tergantung dari besarnya kekuatan yang diberikan oleh pemain yang melakukan gerakan push dalam penalty stroke tersebut.

9. Power.

Power dalam push bola terjadi ketika dorongan maksimal oleh kedua tangan melalui stik kepada bola yang diarahkan ke gawang dilakukan.

10. Stability

Keseimbangan terjadi pada gerakan push bola saat melakukan penalty stroke yaitu saat mengambil posisi awal dengan bertumpu dengan kedua kaki rapat untuk bersiap melakukan dorongan bola setelah ada aba-aba fdari wasit dan pada saat setelah gerakan akhir atau gerak lanjutan dengan melangkahkan kaki kedepan agar yang tadinya saat mendorong bola labil mnjasi stabil kembali dengan bertumpu dengan kedua kaki diakhir gerakan.

11. Impact

Momentum sebuah bendaMembentur benda yang lain, benturan atau tabrakan ini disebut dengan impact. Impact yang terjadi saat melakukan dorongan bola pada penalty stroke adalah ketika stik yang digerakkan mendorong bola yang berada dalam keadaan diam di titik 6.5m di depan gawang.

12. Aspek-aspek yang juga terkait dalam gerakan push saat penalyty stroke dilakukan adalah : kesiapan mental, kondisi fisik, koordinasi gerak, ketepatan atau accuration.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setiap ketrampilan dari cabang olahraga yang dilakukan akan menghasilkan sesuatu yang membutuhkan analisis lebih lanjut guna mendapatkan informasi yang akurat mengenai hal-hal yang membutuhkan perbaikan. Dengan adanya analisis yang akurat akan menggambarkan penampilan yang sesungguhnya sehingga kelebihan dan kekurangan yang ada dapat diketahui, hal ini tetunya harus didasarkan dengan pemahaman tentang dasar-dasar biomekanika yang baik. Analisis biomekanika dapat memberikan informasi yang sangat berharga sehingga dapat dijadikan bahan untuk membentuk suatu pola gerak yang seefisien mungkin dan menghasilkan gerakan yang efektif.

Khususnya dalam membentuk pola gerak dasar push dalam penalty stroke, dengan adanya analisis biomekanika dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membentuk pola gerak yang efisien dan efektif bagi para siswa dalam melakukan gerakan nya sehingga meminimalisir kesalahan yang menimbulkan kegagalan dalam melakukan penalty stroke yang terjadi pada setiap pertandingan.

B. SARAN

Setelah mempelajari biomekanika dengan secara langsung untuk mencoba mengadakan analisa gerak terhadap keterampilan melakukan tembakan penalty (penalty stroke) dengan dorongan bola (push) dalam permainan hoki , penulis merasa banyak mendapatkan pengalaman yang positif dan tentunya sangat bermanfaat terutama bila hal ini dapat diterapkan dengan baik dalam proses pembelajaran dan pelatihan. Penulis menyarankan kepada rekan-rekan seprofesi baik guru-guru prndidikan jasmani dan para pelatih untuk terus mencoba mendalami ilmu biomekanika agar dapat membantu dalam membuat isi program latihan yang baik selanjutnya menerapkan konsep dasar gerak yang benar dan juga melakukan analisa gerak dengan dasar mekanika gerak yang benar yang disesuaikan dengan cabang olahraga masing-masing, guna peningkatan kualitas keterampilan gerak siswa atau para pemain kini sedang mengikuti proses pembinaan..

DAFTAR PUSTAKA

Carl Ward, 2004. Play The Game Hockey.London. Blanford

Peter M. Mc Ginnis, 2005. Biomechanics Of Sport and Exercise. United States Of America. Edward Brother. Inc

PEMAHAMAN TENTANG GERAK MANUSIA

BIOMEKANIKA OLAHRAGA

A.Pengertian Biomekanika

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua cabang ilmu dalam fisika. Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212 SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisa dan eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.

Mekanika teknik atau disebut juga denagn mekanika terapan adalah ilmu yang mempelajari peneraapan dari prinsip-prinpsip mekanika. Mekanika terapan mempelajari analisis dan disain dari sistem mekanik.

Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedoteran.

B. Tujuan Biomekanika

Tujuan mempelajari biomekanika dalam penerapan ilmu olahraga adalah :

  1. Mengetahui konsep ilmiah dasar yang diaplikasikan dalam bentuk gerak manusia.
  2. Memahami suatu bentuk/model gerak dasar dalam olahraga sehingga mampu mengembangkannya dengan baik.
  3. Mampu memahami perkembangan gerak dasar.
  4. Mampu menerapkan suatu bentuk yang sesuai dengan karakteristik fisik seseorang dalam berolahraga, dengan baik dan benar

C. Fungsi Biomekanika Terhadap Guru Pendidikan Jasmani dan Pelatih Olahraga

Biomekanika erat kaitanya dengan ilmu keolahragaan sehingga, biomekanika memiliki fungsi penting bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga, dalam hal ini fungsi dan kegunaan biomekanika bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga menurut Arma Abdulah ( 1994 : 202 ) dijelaskan bahwa; (1) pemahaman biomekanika akan menghasilkan peningkatan pengetahuan tentang kerumitan fungsi anatomis – fisiologi – dan mekanika dari tubuh manusia dan akan membantu meniadakan kesalahan yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar keterampilan, sehingga dapat meningkatkan perkembangan unjuk kerja keterampilan khusus lebih cepat dan sempurna; (2) pengetahuan biomekanika juga penting bagi atlet karena ia akan menyadari kekeliruan untuk mencoba meniru gaya atlet lain karena gaya tersebut memberikan keberhasilan bagi atlet tersebut, sehingga atlet harus mengembangkan gayanya sendiri, sebab pada umumnya tidak ada dua manusia yang sama dalam karakteristik jasmani, seperti kekuatan otot, kelentukan, tipe tubuh dan begitupula karakteristik psikologis. Dengan demikian pada penyampaian yang kedua dapat gigunakan oleh para pelatih olahraga untuk mengenal karakteristik dan kemampuan atlet, sehingga memiliki cara untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi atlet.

Secara garis besar fungsi dan kegunaan biomekanika pada guru pendidikan jasmani maupun pelatih olahraga, yakni;

  1. Memberikan dasar ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan keterampilan dan gerak dasar pada olahraga.
  2. Sebagai dasar untuk memperoleh jawaban tentang masalah dalam unjuk kerja ( Praktek ) olahraga.
  3. Pirinsip serta asasnya dipakai dalam meberikan assasment dan koreksi terhadap unjuk kerja yang dilakukan oleh peserta didik / atlet.
  4. Mampu dalam mengembangkan gerak dasar olahraga yang lebih efisien dan manfaat guna.

D. Asas Dan Prinsip Biomekanika

Pada pembahasan dasar – dasar asas dan prinsip biomekanika, hayan didiskusikan aspek – aspek dalam pendidikan jasmani yang berkenaan dengan biomekanik. Sedangkan pengkajian sejara mendalam akan dipelajari dalam mata kuliah tersendiri.

Pada asas dan prinsip biomekanika ini, dipelajari tentang penggolongan gerak manusia. Menurut Broer, penggolongan tugas gerak manusia terbagia atas; (1) tugas menggantung; (2) tugas mendukung; (3) tugas berkaitan dengan gerak tubuh atau objek; (4) tugas berkenaan dengan tenaga. Salah satu nilai dari penggolongan gerak adalah untuk memahami hubungan antara berbagai aktivitas dalam satu kategori tertentu. Berikut akan dipaparkan mengenai tugas gerak manusia; 1) Tugas Menggantung Menurut Arma Abdoelah ( 1994 : 203 ) Tugas menggantung memainkan pran yang menonjol dalam evolusi kehidupan manusia. Kebanyakan tugas menggantung berhubungan dengan aktivitas dengan beberapa jenis cara bergantung dengan sepotong besi. Aktifitas menggantung yang umum dijumpai pada senam, aktivitas kesegaran jasmani, permainan anak yang menggunakan alat bergantung. Karena tubuh biasanya bergatung bebas gaya tarik bumi bekerja tidak berlawanan dengan aktifitas bergantung.

Beberapa asas biomekanik terlibat dalam berbagai macam aktivitas menggantung dengan berayun. Contoh yang paling mudah dipahami adalah asas pada pendulum ( bandul / anak lonceng ) serta gerak melingkar. Gerakan pada asas berayun dan menggantung dapat dijumpai pada aktivitas olahraga senam pada palang tunggal dan palang sejajar. Pada dasarnya, gerak pendulum atau bandul dikontrol oleh daya tarik bumi. Bila pendulum berayun, gerak keatas bergantung pada momentum yang dihimpun pada waktu gerakan kebawah. Gerakan berayun keatas dan selama berayun keatas mengurangi pengaruh gaya tarik bumi dan diperpanjang pada waktu berayun kebelakang dan kedepan bawah. Keseimbangan atau stabilitas ( balancing ) digunakan dalam pelaksanaan asas mekanika. Keseimbangan tubuh dapat dibagi menjadi 3 jenis, yakni; keseimbangan stabil, keseimbangan labil, keseimbangan normal.

Keseimbangan stabil terjadi bilamana :

  1. Kontak dengan dasar/permukaan pijakan luas;
  2. Pusat gravitasi terletak redah dan garis pusat gravitasi terletak didalam benda;
  3. Pusat gravitasinya naik jika diberi gaya;
  4. Munculnya gaya pemulih yang menyebabkan kembali ke posisi semula;
  5. Tenaga potensial bertambah.

Keseimbangan labil terjadi bilamana; (1) pusat gravitasinya turun bilamana diberi gaya; (2) posisi benda akan mengalami perubahan; (3) tenaga potensial berkurang; (4) garis pusat gravitasi jatuh diluas garis penyokong, dan dasar penyokong terlalu kecil.

Keseimbangan tubuh yang labil terjadi bila mana kita mengangkat salahsatu kaki dalam gerakan olaharaga atau pada gerakan penguluran. Saat salah satu kaki diangkat maka luas garis penyokong lebih kecil sehingga akan terjadi keseimbangan yang labil.

Keseimbangan normal terjadi bilamana; pusat grafitasinya tidak berubah apabila diberi gaya; tenaga potensial bermabah

Disisi lain keseimbangan tubuh tercapai dan meningkat bila: (1) Letak pusat gravitasi direndahkan, spt posisi duduk atau berbaring. (2) Peningkatan luas permukaan penyangga, spt posisi tidur, posisi duduk, berjalan dengan telapak kaki. Dan berkurang bila: (1) Menaikkan pusat gravitasi, dgn cara angkat tangan ke atas, menjunjung barang di atas kepala; (2) Mengurangi dasar permukaan penyangga, seperti berjalan menjinjit atau berjalan dengan satu kaki, atau keaadaan pada saat berlari cepat, dengan menggunakan ujung kaki sebagai tumpuan. 3) Tugas Berkenaan Dengan Gerak Tubuh Atau Objek

Penggolongan tugas gerak ke-tiga menurut Broer ini berkenaan dengan tenaga yang timbul dalam tubuh ( syaraf, otot, atau kerangka ) untuk menggerakan tubuh atau bagian tubuh atau objek di luar tubuh. Tenaga yang diberikan oleh otot bekerja sama dengan sejumlah pengungkit yang deibentuk oleh persendian tubuh manusia. Asas –asas yang berhubungan dengan masalah tenaga ini termasuk diantaranya Hukum Gerak Newton, yang terdiri dari; (1) Hukum inersia; (2) Hukum percepatan; (3) Hukum aksi sama dengan reaksi. Secara lebih detail mengenai prinsip hukum tersebut dijelaskan dalam penjelasan berikut;

Hukum Inersia, Hukum inersia merupakan hukum pertama Newton, menyatakan bahwa sebuah benda tetap dalam keaadaan diam atau gerak teratur dalam satu garis lurus, sekiranya tidak dipengaruhi oleh tenaga luar yang cukup untuk mengubah keaadaan semula. Sedangkan Aristoteles menyatakan bahwa kekuatan konstan diperlukan untuk menjaga sesuatu tetap bergerak. Hukum NEWTON I (Inertia = kelembaman) dapat disimpulkan bahwa; (1) benda bersifat mempertahankan keadaan; (2) semua benda/ obyek akan bergerak bila ada gaya (force) yang mengakibatkan pergerakan.

Hukum Akselerasi, hukum akselerasi merupakan hukim kedua Newton. Menyatakan bahwa benda digerakan oleh suatu tenaga, momentumnya ( m x a ) adalah proporsional atau sebanding dan satu arah dengan tenaga dan berbanding terbalik dengan berat ( mass / m ) benda. Sebagai contoh perbedaan antara jalan dan lari pada dasarnya disebabkan perbedaan jumlah tenaga yang digunakan oleh otot untuk mendorong tubuh kedepan. Begitu pula, bola golf yang berhenti diatas rumput dipukul dengan tongkat golf, ia akan bergerak searah dengan gaya yang diberikan. Semakin besar gaya yang diberikan maka akan semakin besar akselerasi dan kecepatan nya. Semua gerak adalah hasil dari tenaga atau gaya tarik / gravitasi atau kedua duanya., dan deselerasi ( perlambatan ) adalah hasil dari gesekan atau gravitas. Jadi kombinasi dari tenaga – tenaga luar seperti halnya tahanan udara, gravitas, dan gesekan dengan rumput, menghambat gerak bola golf sehingga menghasilkan deselerasi ( perlambatan ) dan pada akhirnya berhenti.

Hukum aksi reaksi, hukum ini merupakan hukum ketiga Newton yang menyatakan setiap ada aksi maka aka nada reaksi, yang arahnya berlawanan. Contoh yang dapat dilihat dalam olahraga adalah prinsip pada gerakan renang dan dayung, yakni gerakan dayungan renang arah belakang, maka akan menyebabkan dorongan yang besarnya sama kearah depan.

Dalam tugas yang berkenaan dengan gerak tubuh dan objek ini juga mempelajari prinsip kerja pengungkit yang diaplikasikan dalam gerak pengumpil dan sendi pada manusia, macam pengungkit terdiri dari tiga jenis, yakni pengungkit jenis I, II, dan II, masing masing dijabarkan sebagai berikut; Pengungkit Jenis I, yakni Titik tumpuan terletak di antara gaya berat (W) dan gaya otot (M). contoh dalam gerak manusia adalah pada posisi diam/ tegak.

Pengungkit Jenis II, Gaya berat (W) di antara titik tumpuan dan gaya otot (M), contoh dalam gerak manusia adalah pada posisi jinjit

Pengungkit Jenis III, Gaya otot (M) di antara titik tumpuan dan gaya berat (W), Contoh: Posisi tangan mengangkat beban. Keuntungan Mekanis, “Perbandingan antara gaya otot (M) dan gaya berat (W)”

Serta, 4) Tugas Berkenaan Dengan Tenaga. Dalam banyak aktivitas olahraga, tubuh menerima satu tenaga dari satu objek seperti sebuah bola atau meberhentikan tubuh seperti mendarat dilantai pada senam pada palang tunggal.

E. Teknik Analisis Biomekanika

Biomekanik akan lebih efektif bila asas dan hukum mekanika dapat didemonstrasikan dan dipelajari dalam laboratorium. Tekinik analisis biomekanik dapat diterangkan melalui penjabaran sebagai berikut;

  1. Sinematografi
  1. Teknik-teknik sinematografi menjadi sangat esensial untuk proses mengajar ,melatih dan untuk penelitian. Namun Taylor menyatakan bahwa banyak film dibuat bukan untuk tujuan penelitian (1971:51). Meningkatnya penggunaan fotoografi untuk mengumpulkan, menganalisis dan menilai data gerak, sedikit demi sedikit mengambil alih teknik observasi konvensional, sebab apa yang diamati tidak teliti karena hanya sebagian kecil dari gerk keseluruhan dapat diamati pada satu saat.
  2. Elektromiografi

Elektromiografi adalah satu metode mempelajari kerja dari otot-otot tertentu atau kelompok otot. Dengan menggunakan alat pencatat, rangsang elektris diberikan kepada otot agar otot berkontraksi dapat dicatat secara grafik, diukur dan dianalisis untuk sejumlah kebutuhan, termasuk informasi tentang koodinasi, kelelahan dan relaksasi.

  1. Goniografi

Suatu aspek penting dalam gerak manusia yang berhubungan dengan system otot – rangka ( musculoskeletal ) adalah berkenaan dengan kerja pengumpil pada persendian. Teknik gonigrafik digunakan untuk mengukur posisi dan gerak dari persendian. Alat ini terdiri dari satu mekanisme engsel dan dua tangan, yang diikatkan pada persendian yang diteliti.

Rabu, 08 Juni 2011

DAMPAK MAKANAN TERHADAP KESEHATAN MULUT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Makanan yang lengket dan manis merupakan makanan yang mudah mengenyangkan anak, namun si anak tidak mendapat apa-apa lagi selain rasa kenyang itu. Akibatnya selera makan anak akan terganggu. Dalam jangka lama, hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pertumbuhan tubuh anak yang sedang membutuhkan ekstra protein. Tentu saja anak boleh mendapatkan kue-kue, cokelat, permen, minuman sirup, dan lain-lain asal jumlahnya diba

tasi.

Pada umumnya makanan yang mengandung karbohidrat atau pati dan gula sukar dibersihkan dari gigi-gigi di dalam mulut. Makanan kecil (snack) bersifat lebih asam dibandingkan makanan yang hanya mengandung gula. Potensi timbulnya gigi berlubang telah diuji di laboratorium. Uji ini menunjukkan bahwa makanan karbohidrat yang berfermentasi baik gula atau pati yang dimasak mempunyai potensi sebagai penyebab g


igi berlubang, sedangkan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi tidak penting.

1.2 BATASAN MASALAH

Paper ini membahas tentang dampak makanan pada kesehatan mulut dan gigi anak.

1.3 TUJUAN MASALAH

Mengetahui dan memahami dampak makanan pada kesehatan mulut dan gigi pada anak.


BAB II

DAMPAK MAKANAN PADA KESEHATAN MULUT DAN GIGI ANAK

2.1 Mempertahankan Lingkungan Mulut dan Gigi yang Sehat

Dua mikro-organisme, lactobaccilus acidophilus dan streptococcus mutan, berkaitan erat sekali dengan proses karies yang didasarkan pada teori asam Miller. Meskipun sampai saat ini tidak satu organism pun terlibat secara positif, kehadiran kuman-kuman tersebut didalam rongga mulut dalam jumlah berlebihan dianggap tidak bermanfaat. Restotasi lesi karies telah dibuktikan mengurangi jumlah mikroorganisme floral oral ( Elliot, 1964 ).

Studi yang sama menunjukkan bahwa anak dengan prevalensi karies rendah juga mempunyai jumlah mikro-organisme yang rendah. Dengan demikian, mengurangin mikro-organisme dengan merestorasi gigi sulung, secara tidak langsung dapat mengurangi kejadian karies pada gigi tetap. Nikiforuk dan Pulver ( 1969 ), dalam tinjauannya melaporkan bahwa didalam karies ada suatu factor infektif yang dapat dipindahkan. Organism yang terdapat dalam lesi gigi sulung yang tidak dirawat merupakan salah satu yang bertanggung jawab atas timbulnya karies gigi tetap disebelahnya. Terlepas dari ini, ada hubungan yang proporsional antara karies pada gigi sulung dan karies yang kemudian timbul pada giginya ( Hargreaves, 1964 ; Hill dan Blayney, 1967 ).

Merestorasi gigi sulung yang karies pasti akan meningkatkan kesehatan mulut dan dalam jangka panjang dapat menciptakan gigi geligi yang sehat dan utuh dikemudian hari. Sebagai contoh, sering kali orang tua mengeluh bahwa nafsuh makan anaknya buruk. Anak tidak mau makan jika setiap mengunyah giginya terasa sakit. Sementara yang dapat berfungsi dengan baik jika gigi tersebut hancur karena karies. Restorasi gigi yang dapat membetulkan oklusi dan konturnya akan memungkinkan anak menikmati fungsi gigi yang benar selama pengunyahan. Jika fungsi telah dukembalikan, nyeri dibuang dan infeksi dihilangkan anak-anak ini akan mampu menikmati makanan yang lebih bervariasi.

2.2 Penyakit Gigi yang Mempengaruhi Nafsu Makan

KDA (KARIES DINI ANAK) adalah penyakit yang berhubungan dengan kerusakan gigi yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Ada beberapa anak diturunkan oleh orang tuanya mempunyai gigi yang sehat dan tidak pernah terjadi lubang gigi. Apabila mulut anak atau bayi mengandung jutaan bakteri termasuk streptococci mutan infeksius dimana diberi makanan oleh makanan yang masuk berbentuk gula atau tepung akan terjadi pembentukan asam itu dan akhirnya timbul lubang gigi.

Biasanya KDA ini banyak mengenai gigi anterior atas dan dimulai pada usia 3 tahun. Yang terbanyak dapat memyebabkan lubang gigi adalah kebiasaan anak minum dengan susu botol biasanya susu tersebut mengandung sukrosa atau gula dan gigi anak tidak ditunjang dengan kebersihan dari rongga mulutnya, menyusui tanpa dibersihkan, karies rampan, cangkir yang memakai sedotan, serta karies yang berhubungan dengan konsumsi minuman si anak.

Setiap orang sangat berpotensial mengalami resiko lubang gigi apalagi rongga mulut manusia banyak sekali terdapat bakteri. Untuk anak-anak faktor yang memperparah terjadinya karies gigi termasuk:

a. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, karbohidrat, dan gula

b. Oral Hygiene

c. Minum air di mana kandungan fluor tidak memenuhi standard air minum

d. Kurangnya dilakukan pemeriksaan pencegahan

e. Tertularnya microba cariogenik dari orang tua ke anak

f. Genetik si anak yang rentan terhadap penyakit gigi

g. Air ludah dan kapasitas buffer keasamannya (pH)

h. Imunisasi pada mukosa

i. Gaya hidup

j. Sejarah terjadinya karies.

Cara orangtua agar dapat mengidentifikasikan terjadinya lubang gigi :

a) Adanya tanda putih pada permukaan email gigi . Tanda putih ini mirip warna kapur pada permukaan gigi dekat dengan garis gusi. Proses pengapuran ini disebabkan oleh asam bakteri dan langsung memyebabkan kehilangan struktur gigi.

b) Dengan mengangkat bibir anak tersebut orang tua sudah dapat melihat karies gigi.

c) Apabila ditemukan tanda tersebut di atas maka segeralah dibawa ke dokter gigi. Daerah ini akan dioleskan fluor dan diharapkan dapat mencegah proses lubang gigi selanjutnya.

d) Proses lubang gigi yang aktif ditandai dengan perubahan warna coklat keemasan.

Cara orangtua agar dapat mencegah terjadi lubang gigi :

a) Jangan membiarkan anak tertidur dengan botol selain air putih di dalamnya. Anak harus sudah dibiasakan untuk meminum sesuatu di cangkir.

b) Orang tua harus membersihkan gigi anak setiap hari sesudah makan.

c) Jangan membiarkan anak minum jus atau cairan manis di botol apalagi cairan itu

mengandung gula.

d) Orang tua harus memberikan makanan menu seimbang di mana jumlah gula pada makanan tidak terlampau banyak. Dianjurkan keju merupakan makanan yang dapat mengurangi timbulnya karies gigi.



2.3 Dampak Makanan pada Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Sifat fisik yang mempengaruhi keluarnya air ludah dan pem-bersihan makanan adalah kekasaran, kelarutan tekstur, dan lengketnya makanan. Makanan yang lengket dan mudah dikunyah tidak ada hubungannya dengan kecepatan pembersihan makanan di dalam mulut karena kebalikan dari kepercayaan masyarakat, penelitian menunjukkan secara umum makanan yang lekat (sticky) seperti karamel, dibersihkan dari mulut lebih cepat daripada makanan lainnya yang secara umum tidak lekat (non-sticky) seperti biskuit tawar (cracker), keripik kentang (potato chip) dan roti.

Makanan-makanan ini merupakan karbohidrat yang dimasak dan relatif mudah dikunyah, sehingga air ludah tidak akan terpacu untuk banyak keluar seperti jika menggigit sesuatu yang keras, dan sesudahnya makanan ini akan banyak tertinggal di atas permukaan gigi, sedangkan makanan seperti karamel, karena teksturnya yang keras, air ludah akan banyak keluar dan makanan akan mudah ditelan tanpa banyak tertinggal di permukaan gigi.

Makanan yang tidak alamiah, buatan pabrik, umumnya lunak, mudah dicerna, dan memakai zat-zat tambahan seperti zat pengawet, zat pewarna, dan zat perasa. Zat-zat tambahan ini dapat merusak komposisi air ludah. Padahal air ludah yang sehat sangat penting fungsinya dalam melindungi gigi dan mulut dari berbagai macam kelainan dan penyakit gigi dan mulut. Oleh karena itu makanan-makanan seperti ini harus dibatasi dalam konsumsi makanan anak sehari-hari.

Permen sering menjadi kendala orang tua dalam menjaga gigi anak-anak. Kesukaan berlebihan anak pada permen bisa diatasi dengan memberikan ‘hari permen’. Jadi buat kesepakatan dengan anak bahwa satu hari dalam seminggu dia bebas untuk memakan permen apa saja, namun 6 hari lainnya sama sekali dilarang untuk makan permen. Saat-saat awal mungkin si anak akan sangat menunggu ‘hari permen’ untuk cepat datang, tapi lama kelamaan, tanpa sadar permen bukan lagi merupakan satu-satunya yang dinanti-nantikan anak. Apabila konsumsi makanan utama penuh gizi telah terpenuhi, anakanak merasa kenyang dan mereka tidak rewel.