Sabtu, 14 April 2012

KELENTURAN (Flexibility)

Share this history on :


A. Pengertian Kelenturan

Kelenturan (flexibelitiy) adalah kemungkinan gerak maksimal yang dapat dilakukan oleh suatu sendi. Seorang dikatakan lentur apabila ia mampu membungkuk dengan maksimal, mampu dudk dengan kaki terbuka, mampu melentik dengan sempurna


B. Jenis Kelenturan

1. Kelenturan umum

Sebagai kemapuan gerak pada semua sendi yang menyebabkan terciptanya mobilitas tubuh secara umum.

2. Kelenturan khusus

Kemampuan gerak dari sendi-sendi tertentu yang berhubunga

n langsung dengan cabang olahraga tertentu.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelentukan

1. Komposisi jaringan ikat

Semua jaringan ikat di dalam tubuh memiliki struktur elemen yang sama. Fibrosit mensintesis proteoglikan serta serabut-serabut ekstraselular yang membentuk jaringan ikat.

2. Respon jaringan

Keleluasaan gerak sendi serta kelenturan otot dalam suatu gerakan, akan tetapi dapat dipertahankan selama bagian tubuh bergerak secara normal. Dan jaringan ikat akan tetap menjaga integritas serta kekuatannya, dan tetap mampu menahan secara tepat terhadap tekanan yang diterima. (costill,1993:34)

3. Sifat mekanik dan Fisik Kolagen

Kolagen akan menunjukkan sifat-sifat mekanik maupun fisiknya apabila terjadi suatu perubahan bentuk.sifat ini memberikan kesempatan kepada kolagen untuk menanggapi beban yang diterima maupun perubahan bentuk secara tepat, serta akan memberikan kemampuan kepada jaringan untuk bertahan terhadap regangan yang kuat. Sifat mekanik tersebut adalah elastisitas, viskoelastisitas dan plastisitas.(Faraggiana, 1972:80). Sedangkan yang bersifat fisik akan ditunjukkan dengan gaya relaksasi, rambatan, dan hysteresis.(Noyes FR.1979:118).

4. Otot

Kapsul sendi, ligament, facia dan aponeorosis semuanya terdiri dari kalogen, yang diperkirakan sebagai jenis hambatan terhadap keterbatasan keleluasaan gerak sendi.Tendon sebagai bagian terpisah dari otot, diperhitungkan sebagai faktor penghambat pasif.Hanya otot yang memiliki komponen aktif yang dapat membatasi keleluasaan sendi untuk bergerak maupun kelentukan ototnya.Komponen0komponen ini disebut sebagai elemen kontraktil yaitu myosin dan aktin.

5. Usia

Penuaan adalah merupakan suatu proses yang terjadi secara normal dan akan terus berkelanjutan. Selama proses penuaan akan terjadi peningkatan isi secara keseluruhan pada tendon, kapsul, dan otot sepanjang luas penampang serabut kalogen.

D. Bentuk-bentuk Latihan

1. Latihan kelentukan pinggang dalam posisi berdiri.

2. Split

KEGIATAN

INTENSITAS

SET

DURASI

INTERVAL

RECOVERY

COULING DOUWN

ojjogging

90%

15 menit

speregangan

90%

6 x

40 DETIK dalam 1x pengulangan

1 menit tiap set

1 menit

10 menit

split

90%

6 x

40 DETIK dalam 1x pengulangan

1 menit tiap set

1 menit

Penjelasan kegiatan :

Kelentukan pinggang : 1. posisi tubuh berdiri lurus dengan mengangkat kedua tangan lurus ke atas,

2.lalu pinggang ditekukkan ke arah bawah samapi kedua tangan menyentuh ujung jari kaki.

3.selanjutnya posisi tubuh dipertahankan samapi waktu yang dibutuhkan.



Tujuan latihan : meningkatkan kelenturan pinggang

Metoda : pengulangan

Waktu yang dibutuhkan :

1. Set : 6 x

2. Durasi : 240 detik = 4 menit

3. interval : 6 menit

4. recovery : 6 menit

Split :1. Posisi tubuh duduk dengan meluruskan kedua kaki dengan salah satu kekiri-kekanan.

2.lalu pinggang ditekukkan kea rah kiri-kanan dengan tangan memegang ujung jari kaki. Sampai waktu yang telah ditentukan.


Tujuan latihan : menigkatkan kelenturan kaki

Metoda : pengulangan

Waktu yang dibutuhkan :

1. Set : 6 x

2. Durasi : 240 detik = 4 menit

3. interval : 6 menit

4. recovery : 6 menit

Jadi kedua bentuk latihan kekuatan memebutuhkan waktu selama : 38 menit ditambah jogging 15 menit dan 10 menit cooling down = 1 jam 3 menit.

Catatan :

- Semakin tinggi level split yang dapat dilakukan, maka semakin baik kemampuan yang dimiliki.

- Satuan latihan ini merupakan salah satu contoh latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kelenturan, masih banyak cara lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelenturan.

- Gerakan dalam latihan dilakukan dengan sempurna.

Gerakan dilakukan dengan usaha maksimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar