Sabtu, 14 April 2012

KELINCAHAN

Share this history on :

A. Pengertian Kelincahan

Kelincahan merupakan gabungan beberapa unsur kondisi fisik. Unsur yang dimaksud adalah unsure kecepatan, kekuatan, kelenturan yang tergambar dalambentuk gerak yang terkoordinasi yang baik. Kelincahan diartikan sebagai kemampuan tubuh dalam bergerak dan merubah arah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa kehilangan keseimbangan.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan

1. System Saraf Pusat (SSP)

SSp merupakan sumber pengendalian kegiatan melalui peran yang diberikan oleh saraf. Semakin baik peran saraf dari saraf-saraf pusat dalam menjalankan atau mengkoordinasikan perintah untuk suatu kegiatan, maka semakin baik pula seharusnya hasil gerakan yang dilakukan.

2. Kekuatan Otot

Kekuatan otot sangat menentukan kualitas dan kesempurnaan gerak. Otot yang kuat akan berkontraksi dengan baik sesuai dengan tuntutan gerak yang dilakukan, begitu juga sebaliknya gerak tidak akan sempurna manakala tidak ditopang oleh otot-otot yang kuat.

3. Bentuk, jenis, dan struktur sendi

Bentuk, jenis, dan struktur sendi yang dimiliki seseorang ternyata mempengaruhi kelenturannya. Pada setiap gerakan, kontrkasi otot yang aktif akan berada parallel dengan relaksasi atau penguluran otot antagonis. Semakin mudah otot antagonis utnuk relaksasi, akan semakinn sedikit energy yang dikeluarkan untuk melawan tahanan.

4. Tingkat elastisitas otot, keleluasaan sendi

Kadar elastisitas otot ikut mempengaruhi kelenturan semakin elastic otot yang dimiliki, maka semakin baiklah tingkat kelenturan otot tersebut. Ada dua jenis jaringan penghubung yang benar-benar berpengaruh pada daerah jankauan seorang atlet, yaitu collageneus connective tissue( penyusun utma dari jaringan kolagen), dan elastic connective tissue (susunan jaringan elastic).

5. Koordinasi Intermuskuler

Korrdinasi intermuskuler atau interaksi beberapa kelompok otot sewaktu melakukan aktifitas.Pada setiap aktifitas jasmani yang memerlukan kekuatan, biasanya melibatkan beberapa kelompok otot. Otot-otot yang bekerja secara terkoordinasi akan menghasilkan kekuatan maksimal, akan tetapi sering terjadi koordinasi yang tidaka baik antar masing-masing kelompok otot sehingga unjuk kerja tidak maksimal.

6. Reaksi otot terhadap rangsangan saraf

Reeaksi otot terhadap rangsangan saraf, otot akan memberikan reaksi terhadap rangsangan latihan sebesar 30% daro potensi yang dimiliki otot yang bersangkuatan

(Kuznetsov, 1975). Latihian dengan intensitas biasa hanya akan menghasilkan kekuatan secara proporsional saja. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik pula, maka tingkata intensitas rangsangan dalam latihan harus lebih tinggi.

7. Suhu otot

Suhu otot memprngaruhi tingkat kesiapan otot. Otot yang berada pada suhu yang cukup panas akan bereaksi lebih cepat dibandingkan otot dalam suhu yang dingin. Inin berarti bahwa suhu akansangat mempengaruhi kelincahan, karenaa gerak-gerak harus dilakukan secara berubah ubah dan mendadak.

8. Jenis kelamin

Perbedaan jenis kelamin ternyata juga mempengaruhi kecepatan.Lalki-laki cenderung lebih cepat daripada perempuan. Karena pada umumnya laki-laki lebih cepat dan leebih kuat daripada wanita, maka sudah hamper pasti laki-laki juga akan lebih lincah.

9. Koordinasi

Koordinasi ternyata juga mempengaruhi kecepatan.Koordinasi disini dimaksudkan adalah kerjasama antar system persyarafan pusat dan otot yang bekerja.Tiap kerja otot memerlukan kerjasama antar kelompok otot yang terkait, dan kerjasama unsure—unsur yang ada didalam otot itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar