Selasa, 15 Maret 2011

MENUMBUHKAN DAN MENINGKATKAN MOTIVASI ANAK DALAM BEROLAHRAGA

Share this history on :

MENUMBUHKAN DAN MENINGKATKAN MOTIVASI ANAK

DALAM BEROLAHRAGA



BAB I

PENDAHULUAN

Olahraga merupakan bentuk kegiatan fisik yang sangat berpengaruh pada pembentukan mental anak dalam meraih prestasi. Olahraga berperan dalam meningkatkan kemampuan fisik, mental maupun psikologi anak dalam menerima dan menghadapi semua yang akan dia temui dalam hidupnya. Kemampuan seorang anak dalam menyikapi masalah akan sangat berpengaruh juga terhadap masa depannya. Karena itu, olahraga memiliki peranan besar dalam perkembangan anak.

Olahraga usia dini merupakan langkah awal dalam mengenalkan dan memberikan pengetahuan dan informasi kepada anak terhadap olahraga. Informasi mengenai olahraga ini harus diberikan sebanyak – banyaknya agar anak bisa memahami dengan sangat baik akan pentingnya olahraga bagi dirinya sendiri. Pengenalan olahraga yang beragam akan memperkaya gerak dan motorik anak, sebelum dia akan memulai untuk menentukan cabang olahraga spesialisasi yang dia inginkan dan sesuai dengan kondisinya. Dan tentu ini akan sangat berpengaruh akan hasil optimal tujuan olahraga itu sendiri.

Masa anak-anak sering diidentikan dengan waktu bermain. Tak ada masa paling padat waktu bermainya ketimbang masa anak-anak. Pada tahap ini bermain adalah proses membangun diri, membangun mental, membangun kekuatan fisik dan membangun kemampuan sosialisasi anak. Karena itu jika si anak tak mau bermain, justru seharusnya orang tua khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu pada anak yang bisa mengganggu masa depannya kelak.

Motivasi sangat berpengaruh dalam menumbuhkan dan meningkatkan semangat dan kemauan untuk bergerak atau berolahraga bagi anak. Motivasi ini tentu saja akan sangat sulit didapat jika anak tidak diberi perlakuan dan stimulus yang baik untuk mau berolahraga. Anak akan sangat merespon apabila olahraga yang dia inginkan itu benar cocok dan didukung dengan sangat baik oleh orang – orang disekitarnya.

Namun saat ini banyaknya orang tua ataupun pelatih yang kurang mengerti dan memahami motivasi anak unutk berolahraga. Sehingga seorang anak jadi sangat bosan dan kurang tertarik untuk berolahraga. Perlakuan yang tidak peduli akan kemauan dan motivasi anak dalam berolahraga akan membuat anak bosan dan tidak mau berolahraga dan tentu hal ini akan membuat perkembangan anak akan sangat kurang maksimal, baik itu fisik, mental maupun psikologisnya.

Dalam motivasi anak, peningkatan dan penurunan motivasi akan sangat cepat mengalami perubahan seiring yang dia alami. Motivasi anak akan cepat naik apabila anak telah begitu sangat mencintai olahraga. Namun, motivasinya akan sangat cepat berubah turun, bahkan drop apabila terjadi hal yang sangat tidak diinginkannya.

Atas dasar ini perlu adanya pembahasan mengenai bagaimana memperlakuakan anak agar bisa menumbuhkan dan meningkatkan motivasi yang dia miliki untuk berolahraga.



BAB II

PEMBAHASAN

Olahraga banyak manfaatnya bagi diri anak. Tak hanya menumbuhkan perkembangan fisik dan mental. Olahraga juga bisa meningkatkan kemampuan sosialisasi anak dan meningkatkan kemampuan belajar mereka di sekolah. Pengenalan bermacam cabang olahraga haruslah dilakukan dengan sangat tepat. Dan harus terus diberi perlakuan yang sangat tepat agar motivasi anak terus terjaga untuk berolahraga.

Dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasioanal pada Bab I pasal 1 ayat 4 menjelaskan, olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial.

Ada beberapa tujuan pelibatan anak dalam aktivitas olahraga, hendaknya mencakup:

1. Memperkenalkan anak terhadap berbagai pengalaman berolahraga.

2. Meningkatkan keterampilan fisik.

3. Meningkatkan kemampuan propriosepsi.

4. Mengembangkan sosialisasi positif.

5. Membangun perasaan memiliki kemampuan.

6. Memupuk kepercayaan dan harga diri.

Untuk mendapatkan efek positif terhadap perkembangan psikologis dan sosialisasi anak, maka olahraga perlu diprogramkan dan disupervisikan secara baik, dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

1. Menciptakan latihan yang aman meskipun beresiko.

2. Memperhatikan pencapaian kepuasan akan penampilan.

3. Membangun perasaan agar bekerja mencapai target yang di tentukan.

4. Menerapkan perab spesifik individu.

5. Menerapkan kepedulian trhadap peraturan permainan, serupa dengan peraturan sosial.

6. Menghargai dan menghormati lawan.

7. Mempromosikan latihan olahraga yang teratur dan berjangka panjang untuk memelihara kesegaran jasmani.

Ada beberapa cara untuk bisa mengenalkan atau menumbuhkan serta meningkatkan motivasi berolahraga anak. Agar unsur bersaing meningkat maka harus dipikirkan juga unsur hak – hak anak dalam melakukan olahraga :

1. Olahraga yang disenangi.

2. Bermain selayaknya seorang anak seumurnnya.

3. Kepemimpinan.

4. Membuat keputusan sendiri.

5. Martabat.

6. Lingkungan sehat dan aman.

Masa anak-anak sering diidentikkan dengan waktu bermain. Tak ada masa paling padat waktu bermainya ketimbang masa anak-anak. Pada tahap ini bermain adalah proses membangun diri, membangun mental, membangun kekuatan fisik dan membangun kemampuan sosialisasi anak. Karena itu jika si anak tak mau bermain, justru seharusnya orang tua khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu pada anak yang bisa mengganggu masa depannya kelak. Dalam masa tersebut, biasanya kegiatan yang paling disukai anak-anak umumnya adalah olahraga. Jenis olahraga yang disukai adalah olahraga kompetitif seperti sepak bola, basket, bulutangkis hingga karate.

Pilihan jenis olahraga juga sering terpicu oleh tayangan televisi. Di saat Olimpiade berlangsung, anak-anak akan tergiring pada jenis tertentu di mana muncul seorang atlet idola. Ketika kejuaraan sepak bola digelar, anak-anak akan tergiring mengikuti olahraga sepak bola. Begitu pun ketika Thomas & Uber Cup berlangsung, banyak anak-anak yang mencoba bermain bulutangkis, lalu muncul kompetisi-kompetisi kecil yang mendorong tekad mereka untuk mengikutinya.

Motivasi adalah semua hal yang menyebabkan timbulnya semacam kekuatan agar seseorang untuk berbuat atau bertindak, dengan kata lain bertingkah laku.

Ada beberapa sikap keliru dalam memotivasi anak :

1. Intimidasi.

2. Ancaman .

3. Kritik menjatuhkan.

4. Kritik sarkistis.

5. Menumbuhkan rasa bersalah.

6. Perlakuan kasar.

Cara meningkatkan motivasi intrinsik :

1. Hadiah adalah cerminan kemampuan

2. Hadiah diberi tanpa terduga

3. Partisipasi atas dasar keinginan sendiri

4. Fokus latihan pada peningkatan kemampuan keterampilan.

5. Saling memberi dukungan.

6. Pelatih adalah model.

7. Kesempatan memutuskan sesuatu.

8. Anak anak merasakan keberhasilan dalam tahap- tahap awal latihan

9. Sasaran kemajuan dirundingkan.

Ada berapa hal yang bisa dilakukan, sederhana namun sangat penting buat anak untuk menimbulkan dan menjaga motivasi anak dalam berolahraga :

1. Kaos Tim

Belikan anak seragam kebesaran suatu tim kesayangannya. Misalnya kaos tim basket NBA LA Lakers, seragam klub sepak bola Manchester United, Barcelona, Arsenal, Real Madrid hingga seragam timnas suatu negara. Kalau perlu tanya siapa pemain idolanya dan belikan jersey-nya lengkap dengan nama dan nomor punggung si pemain idola tersebut. Umumnya jika mereka sudah mengenakan kaos kebesaran tim atau atlet idolanya, mereka akan termotivasi melakukan olahraga dari cabang yang bersangkutan.

2. Nonton di Stadion

Jika punya waktu, ajak anak menonton langsung di stadion agar merasakan suasana bagaimana kompetisi berlangsung. Ini penting karena menonton di televisi dan di stadion memiliki perbedaan yang besar. Suasana di stadion mungkin memotivasi anak agar menjadi salah satu dari pemain profesional yang bertanding di stadion itu atau sekedar amatir. Jika itu terjadi kita tinggal mendorongnya agar terus berolahraga bagi perkembangan hidupnya.

3. Membakar Semangat

Beruntunglah jika si anak sudah berkecimpung di bidang olahraga, terutama bidang olahraga kompetitif. Olahraga jenis ini akan enak dinikmati dan kerap kali membawa emosi penontonya. Terlbih-lebih jika salah satu pemainya adalah anak kita. namun, jangan pula berlebihan mendorong anak. Sebab banyak contoh orang tua yang menyaksikan anaknya bertanding selalu terbawa emosi berlebihan dan merasa lebih expert dari sang pelatih. Di samping itu orang tua juga biasanya salah memotivasi anak dengan kalimat motivasi, orang tua tempramental sering membanding-bandingkan anak agar lebih baik, namun justru anak akan tertekan.

Untuk mengindari hal ini, lakukan motivasi yang bijaksana. Pelajari cara memotivasi anak agar terdorong semangat dan kemampuanya. Banyak berkomunikasi dengan sang pelatih agar tahu mana yang harus diperbaiki.

4. Mendampingi Saat Kalah dan Menang

Berkompetisi di bidang olahraga ada kalah dan menang. Hasil ini sebenarnya bisa menjadi bahan pembinaan mental yang bagus bagi anak. Bila menang kita bisa mendorongnya agar terus berlatih agar mendapat hasil yang lebih bagus kemudian hari. tapi jika kalah, di sinilah tantanganya karena memotivasi anak yang kalah bertanding akan lebih sulit. Anak akan merasa terpukul dalam pertandingan yang ia harapkan akan menang. misalnya, di pertandingan pertamanya. Pertama-tama camkan pada si anak bahwa kita tidak kecewa dengan hasil mereka. Bilang bahwa ini adalah tahap pengembangan dalam segala kompetisi. kita bisa datang lagi dan memenangkanya asal dengan persiapan lebih matang. yang harus diperhatikan adalah setiap anak butuh dorongan motivasi, baik dari pelatih maupun orang tua dalam olahraga yang diikutinya. mau kalah atau menang, berikan ia dorongan yang dapat terus memotivasinya.


Hal – hal yang harus di pahami dalam Motivasi Intrisik :

- Keseimbangan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik keduanya jangan diabaikan. Keduanya harus berjalan dengan seiring dan seimbang. Karena keduanya sangat penting terutama dalam hal menjaga motivasi anak untuk berolahraga.

- Hindari janji – janji yang bisa membuat anak hanya hilang motivasinya.

- Jangan membunuh perasaan bangga anak. Hargai semua usaha dan yang telah dilakukan anak.

- Analisa kemenangan dengan jujur dan rendah hati

- Teropong kelelahan dengan wajar. Hal ini sangat penting terutama menyangkut keadaan fisik anak.

Tak ada jalan potong kompas untuk berprestasi. Ini adalah dalil utama pembinaan. Kebiasaan buruk dalam pembinaan untuk meraih prestasi dalam waktu singkat akan menimbulkan eksen negatif. Hal ini misalnya berupa pemberian beban latihan secara berlebihan dan perilaku – perilaku yang justru berdampak buruk terhadap kesehatan , keselamatan, pertumbuhan bahkan terhadap aspek kejiwaan atlet.

Yang harus dihindari dalam memberikan pelatihan dan bimbingan olahraga untuk anak – anak :

1. System karbit ( memberikan bimbingan setengah setengah )

2. Spesialisasi terlalu dini

- Pembebanan latihan sepihak

- Pengkelompokan khusus

- Berorientasi pada cabor tertentu.

BAB III

PENUTUP

Memberikan kesempatan anak untuk melakukan aktifitas gerak sebanyak banyaknya merupakan hal terbaik untuk menumbuhkan motivasi anak untuk berolahraga. Dan disaat anak melakukan apa yang dia mau dalam konteks melakukan gerak olahraga, berilah dia tuntunan dan informasi ataupun pengalaman sebanyak banyaknya, karena ini akan memperkaya keterampilan motorik tubuhnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bafirman. 1999. Pembinaan Kondisi Fisik. Padang : DIP Universitas Negeri Padang

Maidarman. 2009. Ilmu Melatih Lanjutan. Padang

Tim Mengajar Mata Kuliah Psikologi Olahraga.2001. Padang

Undang – Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. 2007. Bandung : Citra Umbara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar