Rabu, 14 November 2012

Faktor – faktor yang mempengaruhi daya ledak otot tungkai

Share this history on :
Faktor – faktor  yang mempengaruhi daya ledak otot tungkai

Besarnya kemampuan daya ledak seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Kekuatan
Kekuatan atau strenght merupakan komponen kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu tertentu (Sajoto, 1988: 58)dan kemudian Sajoto (1988: 16) mengatakan kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk beban sewaktu berkerja.
Kekuatan adalah suatu gaya sekelompok  otot yang di gunakan  untuk malawan atau menahan baban dalam waktu maksimal (Fox, 1999: 308). Berdasarkan  pendapat yang dikemukakan diatas, maka kekuatan dapat katakan sebagai kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menahan serta menerima beban sewaktu berkerja yang dapat di perlihatkan setiap individu untuk menarik, mendorong, mengangkat, atau menekan suatu objek atau menahan tubuh dalam posisi menggantung. Dan ketika melakukan jump shoot tentu membuat otot tungkai akan melakukan kerja mendorong tubuh keatas akibat adanya kontraksi otot sebagai efek kekuatan dari kerja otot-otot tungkai.
2.      Kecepatan

Salah satu kemampuan biometric yang sangat penting dalam olahraga adalah kecepatan dan kapasitas untuk bergerak dengan sangat cepat. Menurut Verducci dalam Arsil (1999: 82), mengartikan kecepatan sebagai velositas tubuh, anggota tubuh atau objek yang merupakan kecepatan gerak. Sudarno (1991: 67) memberikan defenisi kecepatan “sebagai  kemampuan untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dengan kata lain kecepatan merupakan kualitas yang memungkinkan seseorang untuk bergerak, melakukan gerakan-gerakan yang sama atau tidak sama secepat mungkin.
3.   Usia
Daya ledak otot tungkai apabila tidak terlatih dengan beban, maka pada usia 25 tahun kekuatan dan kecepatan akan mengalami penurunan. Larssen dalam Dova (2006), dalam penelitiannya ditemukan kekuatan statis dan dinamis terlihat meningkat secara bermakna pada usia 20-29 tahun, sisa-sisa peningkatan kekuatan dan kecepatan dilanjutkan hampir konstan sampai pada usia 40-49 tahun, kemudian pada usia 50 tahun, selanjutnya kekuatan dan kecepatan  menurun secara bermakna searah bertambahnnya usia.


Jika kita berbicara mengenai daya ledak maka kita mengacu kepada kondisi otot selain kuat juga cepat atau otot yang mampu mengarahkan kekuatan secara maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Seorang pemain bolabasket dapat menjadi pemenang dengan memasukan bola kedalam ring lawan dengan menggunakan metode jump shoot hanya jika memiliki daya ledak yang bagus.
Berdasarkan beberapa pedapat dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa daya ledak adalah kemampuan mengarahkan kekuatan dengan cepat dalam waktu yang singkat  untuk memberikan momentum yang paling baik pada tubuh atau objek dalam suatu gerakan explosive yang utuh untuk mencapai tujuan yang hendak dikehendaki, sehingga otot yang menampilkan gerakan yang cepat ini sangat kuat dan cepat dalam berkontraksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar